Crazy Horse

Posted: Januari 23, 2014 by Ario Zainuddin in Feature, Special Report
Tag:, , ,

Ferrari 458 Speciale Test Drive MaranelloYa, kami menjadi orang dan media dari Indonesia yang pertama ke Istal Ferrari di Maranello, Italia untuk benar-benar membuktikan ‘Kuda’ yang satu ini memang benar-benar gila !!
Speciale, kata ini memang berarti khusus atau istimewa. Pemilik Ferrari jangan langsung memasang muka masam, karena menurut kami, semua Ferrari itu ‘speciale’. Ya, California juga termasuk kok. Faktanya, hampir semua manusia di dunia ini, tidak perduli fans berat dunia otomotif atau bukan, mereka pasti mengenal Ferrari.
Anehnya, meluangkan 2 hari di desa bernama Maranello, dan Anda akan menemukan fakta mencengangkan. Kebanyakan para penduduk asli desa ini sama sekali tidak tertarik, bahkan tak sedikitpun melirik saat sebuah mobil Ferrari melintas di jalan raya. Mungkin mereka pun tidak akan bergeming saat melihat sebuah La Ferrari. Yah memang tidak semuanya sih, masih ada beberapa orang yang tertarik dan bahkan ingin berfoto dengan kami saat mengendarai 458 Speciale, bisa jadi mereka ini juga turis seperti kami ini.

Maranello Palace

Maranello Palace

Sebelum bercerita tentang petualangan menyusuri jalan kota Maranello dan sekitarnya sebaiknya kita rewind sedikit. Pada awal bulan lalu, Ferrari mengundang kami untuk menghadiri event test drive 458 Speciale. Kami terus terang sangat senang dan sejujurnya mengira test drive akan dilakukan di Indonesia setelah mobil ini diluncurkan. Tapi ternyata test drive ini dilakukan di Maranello, Italia, markas besar Ferrari. Di saat ini, saya melompat dalam hati dan secara harfiah, pasalnya kesempatan ini sangat jarang terjadi. Well you all can guess what happened next, saya terbang ke Italia.
Setelah menempuh 12 + 2 jam, 20 jam juka ditambah 6 jam transit di Schipol, Amsterdam (sangat bersyukur ada jeda 6 jam, jadi tidak perlu terburu-buru mengejar connecting flight ke Bologna), akhirnya sampai juga di Aeroporto di Bologna-Guglielmo Marconi. Tidak terasa, apalagi dijemput menggunakan Lancia Voyager, dalam waktu kurang dari satu jam, saya pun tiba di depan lobby Maranello Palace, hotel terbaik di kota kecil ini sekaligus tempat tinggal saya selama 2 hari ke depan.
IMG_8031Hari pertama di Maranello diisi dengan 3 kegiatan, pertama kunjungan ke foundry, peleburan bahan baku serta pencetakkan blok mesin dan spare parts yang digunakan mesin V8 di belakang kokpit 458 Speciale. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area wind tunnel Ferrari, tempat dimana mereka menguji sistem aerodinamis semua kendaraan produksinya, ya, termasuk mobil F1 yang dibesut oleh Fernando Alonso dan Felipe Massa di musim 2013 ini.
sebuah pemandangan luar biasa, sayang kami tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di area penuh rahasia ini. Di wind tunnel, kami diberikan sedikit gambaran mengenai fungsi aerodinamis pada body kit serta lubang ventilasi yang terlihat di sekujur badan 458 Speciale.

Semua Parts yang ada di dalam mesin 458 Speciale datang dari Foundry Ferrari

Semua Parts yang ada di dalam mesin 458 Speciale datang dari Foundry Ferrari

Area ketiga yang kami kunjungi adalah Pista di Fiorano, test track Ferrari yang terletak tidak jauh dari fasilitas pabrik. You know, saat ini saya masih sedikit shock dan hampir tak percaya bisa menginjakkan kaki di track yang digunakan oleh parajuara dunia F1 mulai dari Lauda, Schumacher, Raikonnen hingga Alonso.
Mencubit pipi sendiri adalah hal pertama yang saya lakukan sebelum bertatap muka langsung dengan Ferrari 458 Speciale yang akan saya peras tenaganya di hari kedua. Untuk saat ini saya hanya bisa mengagumi keindahannya saat sedang tidur di garasi Fiorano dengan tenang, namun masih terlihat sangat agresif kendati ia duduk diam.
Dan terakhir, kunjungan terakhir adalah Ristorante Il Cavalino, restoran terkenal di Maranello, langganan dari ‘The Old Man’, Enzo Ferrari yang terletak persis di depan gerbang lama fasilitas pabrik Ferrari. Hey, good traditional Italian food, good wine serta keramahan juga tradisi unik makan malam khas Italia are the luxuries I can not afford to missed out.
_LM_4040Hari kedua, inilah saatnya berada di belakang kemudi 458 Speciale dan membuktikan semua yang dikatakan Ferrari pada sesi briefing kemarin. Hal yang tidak diinginkan terjadi, hujan turun dengan deras, dibarengi oleh musim dingin dengan temperatur sekitar 1-2 derajat Celsius membuat air hujan menjadi es dengan cepat.
Tapi ini sama sekali tidak menyurutkan kami untuk membesut 458 speciale, justru inilah kesempatan untuk mencoba si ‘Crazy Horse’ ke batas kemampuannya di atas lintasan basah. Setelah ‘negosiasi’ ringan dengan rekan asal Singapore, akhirnya saya berada di belakang kemudi 458 Speciale dalam tes pertama, street test. Tes jalan raya ini mengambil rute jalan dalam kota Maranello, kemudian berlanjut ke arah luar kota menuju Samone, daerah perbukitan di Bologna dan kembali ke Fiorano.

Ferrari 458 Speciale, Live from Maranello

Ferrari 458 Speciale, Live from Maranello

Bagi Anda yang sudah memiliki 458 Italia pasti tidak akan bingung lagi dengan ritual start up Speciale. Sedikit tips bagi Anda yang belum pernah duduk di belakng kemudi Ferrari, semua kendali ada di lingkar kemudi, mulai dari setting suspensi hingga tombol untuk lampu sign. Oke, karena hujan turun dengan deras, maka setting suspensi dan traksi saya set ke ‘Wet’ dan transmisi berada di ‘Auto’. Injak rem, putar kunci dan tekan tombol start dan mesin V8 4.5 Liter yang berada persis di belakang kursi pengemudi meraung galak langsung ke 3.000 rpm. Kaget? sudah pasti tapi sekaligus senang, dan senyum saya langsung mengambang. Masukkan transmisi ke gigi 1 dengan paddle shift dan 458 Speciale berwarna merah yang saya kemudikan mulai bergerak menjauhi Pista di Fiorano.

Country Road

Country Road

Jalan raya di Maranello ternyata sama dengan yang ada di Indonesia, jalan kecil 2 lajur untuk 2 arah, tapi minus lubang dan sepeda motor, agak sulit mengendalikan mobil yang memiliki lebar 1.951 mm di jalan sempit, untunglah saya sudah terbiasa dengan kondisi jalan seperti ini.
Suara mesin V8 458 Speciale memang merdu di telinga saya, tapi sepertinya penduduk lokal sudah bosan dan bahkan tampak terganggu, terlihat setiap kali saya menginjak pedal akselerasi setelah berhenti menunggu lampu lalu-lintas berubah hijau. Tapi saya tidak perduli, ini pertama kalinya saya berada di belakang kemudi 458 Speciale dan saya menikmati setiap detiknya.
Setelah sekitar 30 menit berputar di dalam kota, akhirnya kami mulai memasuki Autostrade, jalan bebas hambatan menuju Samone. Memang masih 2 lajur, tapi kondisi jalan sangat lengang dan saya bisa memacu kuda gila ini hingga kecepatan 200 km/jam. Sayang kondisi jalan yang basah menghambat saya untuk mengeksplorasi performa puncaknya, safety first.
Mendekati Samone, air hujan yang turun mulai berubah menjadi es. Kendati 458 Speciale dibekali dengan sistem ESC, E-Diff 3, dan SSC juga ban Michelin Pilot Sport Cup 2, pastinya tidak akan bisa melintasi jalan berlapis es.
E67B5780Alhasil, kami pun harus putar balik ke arah Fiorano, melalui jalan belakang. uniknya, jalan ini sangat mirip dengan yang ada di Indonesia. Memang sih satu arah, tapi jalan ini bergelombang dan banyak lubang. Sekali lagi, untunglah sebagai orang Indonesia sudah biasa melakukan manuver menghindari lubang jalan tanpa merusak body kit.
Setelah hampir 3 jam berputar di jalan raya, akhirnya kami berkumpul kembali di sirkuit Fiorano untuk mencoba performa maksimum 458 Speciale di habitat aslinya, di atas tarmac lintasan balap. Tapi sebelumnya, saya harus mencoba pasta dan cappuccino hangat yang telah disediakan oleh Ferrari di paddock Fiorano.

Doing Laps at Fiorano. How many people can say that?

Doing Laps at Fiorano. How many people can say that?

Oke, kembali ke test drive. Semua jurnalis yang hadir dalam acara ini diberikan jatah 3 lap, 1 lap dengan instruktur dan 2 lap sisanya flying solo. Instruktur kali ini bukan test driver senior Ferrari, Dario Benuzzi, melainkan test driver Scuderia Ferrari musim depan, Kamui Kobayashi!
Terus terang, Kamui-kun membuat semuanya terlihat mudah, tapi ternyata tidak sama sekali. Menjinakkan kuda gila yang satu ini sama sekali tidak mudah. Teorinya, 0-100 km/jam bisa ditempuh dalam 3.0 detik, namun di atas wet track, hal ini mustahil dicapai. 0-100 km/jam baru bisa dicapai dalam waktu 4-5 detik. Torsinya yang besar, walau dibantu dengan sistem F1-Trac, masih menyebabkan roda belakang melakukan spin. Rolling start akhirnya menjadi alternatif agar bisa mendapatkan speed ideal. So, jatah ditambah dari 3 lap menjadi 4.
_LM_4499Lap pertama berlangsung sangat cepat dan sedikit ekstrim. untunglah saya terikat dengan erat dengan seatbelt 4 titik di kursi sabelt serat karbon lengkap, berlapis Alcantara dan 3D fabric sehingga badan menempel di kursi.
Di lap selanjutnya, saya merasakan sendiri dahsyatnya torsi dan tenaga dari mesin V8, dan sedikit bangga karena menjadi orang dan Auto Expert sebagai media dari Indonesia pertama yang mengemudikan Ferrari 458 Speciale, doing laps di Sirkuit Fiorano dalam kondisi hujan lebat. Not many people can say that!
Para skeptik yang mengatakan 458 Speciale hanya versi lebih berisik dari 458 Italia, bersiaplah untuk kecewa, mobil ini bisa dibilang sebagai masterpiece. Speciale penuh dengan improvements yang tak terpikirkan oleh Anda para pemilik 458 Italia. Speciale berpindah gigi transmisi lebih cepat, belok lebih cepat dan bisa berhenti lebih pendek.
5LOR5143Ferrari juga telah meningkatkan sasis 458 dengan membenamkan teknologi canggih. Jelasnya, 458 Speciale menguatkan skill mengemudi, meningkatkan ego dan merangsang titik kesenangan Anda, semua dan masih menyisakan puncak performa yang akan membuat semua pengemudi rendah hati.
Yang istimewa dari Speciale adalah sistem SSC (Side Slip Control), algoritma yang dikembangkan bersama dengan LaFerrari untuk menentukan sudut selip mobil secara real-time, menentukan target sudut selip berdasarkan gaya mengemudi driver dan mengatur kelincahan dan stabilitas secara tepat.
Bekerja sama dengan E-Diff dan F1-Trac, komputer mengurangi tingkat differential lock roda belakang saat understeer untuk membuat kendali lebih responsif, sementara saat oversteer, SSC komputer mematikan E-Diff dan membuat sistem F1-Trac mengurangi tenaga mesin agar bagian belakang mobil tidak mencoba menyusul bagian depan. Sistem ini membuat saya terlihat seperti pembalap professional di atas trek basah Fiorano.
IMG_8198Sekali lagi, Ferrari 458 Speciale dibekali mesin V8 berkapasitas 4.5 Liter bertenaga 597 dk yang didapat pada 9.000 rpm dan torsi sebesar 540 Nm pada 6.000 rpm. Tidak berlebihan jika Ferrari meng-klaim 458 Speciale dibekali mesin V8, Naturally Aspirated paling bertenaga di dunia. peningkatan tenaga ini dihasilkan oleh rasio kompresi 14:1, terbesar yang pernah dicapai Ferrari hingga saat ini. Revisi ruang bakar, desain piston baru, setang piston lebih pendek, perubahan bentuk intake ports dan manifold serat karbon digadang menjadi biang peningkatan tenaga ini juga.
Menginjak pedal akselerasi dalam-dalam membuat sensor overload, lebih ramai dari pasar malam. 5 LED yang disematkan pada bagian atas lingkar kemudi menyala saat saya mendekati redline, suara raungan mesin seketika akan menenggelamkan semua suara di luar dan semua konsep tentang waktu menghilang.
Ferrari 458 Speciale 124Ferrari meningkatkan respon perpindahan transmisi menjadi sangat cepat, hingga agak sulit dipercaya. Tapi melihat tachometer dan mendengar suara putaran mesin turun serta merasakan ‘tendangan’ dari tranmisis 7 speed dual clutch berganti gigi, meninggalkan sedikit ruang untuk tidak percaya.
Obsesi Ferrari dengan aerodinamis aktif dan pasif juga tercermin pada Speciale. Pintu serat karbon dengan per biasa untuk mengurangi bobot di kedua sisi, airdam di bagian moncong bisa terbuka secara otomatis pada kecepatan di atas 170 km/jam, mengurangi kelebihan aliran udara ke radiator dan mengalirkannya ke grille serta lubang udara di sisi kanan dan kiri fender depan.
Ferrari 458 Speciale 108Di bagian belakang, tiga pipa exhaust yang terlihat di 458 Italia dilengserkan dan diganti dengan 2 pipa berukuran besar, terpisah dengan jarak cukup jauh dan ditempatkan di bagian yang lebih tinggi pada bumper belakang agar tidak mengganggu diffuser. Spoiler belakang juga terlihat mengalami perubahan ukuran, menjadi lebih besar, memberikan Speciale downforce lebih besar. Percayalah, ini bukan aksesoris, tapi benar-benar dibutuhkan, jadi jangan asal menggantinya dengan produk aftermarket. Ah ya, diffuser dan spoiler ini juga bekerja tandem dengan sistem drag reduction yang terdiri dari 3 buah flaps, digerakkan oleh motor listrik secara otomatis di bagian underbody, berfungsi untuk mengurangi hambatan udara di bagian bawah Speciale.
Setelah meluangkan waktu beberapa jam bersama 458 Speciale, terus terang saya menjadi lebih mengerti mengapa Ferrari membuat mobil ini, dan bagaimana seseorang bisa mengacuhkannya saat kami melaju di jalan raya tadi. Sepertinya mengacuhkan bahkan mencibir Ferrari yang lewat menjadi mekanisme pembenaran bagi para penduduk lokal Maranello yang setiap hari melihat Ferrari, tapi sama sekali belum pernah mengendarainya.
Tidak ada penjelasan lain . Karena mereka yang beruntung bisa menjadi Pilota sebuah Ferrari adalah mereka yang bisa mengerti betapa ‘Speciale’ mobil-mobil Ferrari, terutama ‘Crazy Horse’ yang satu ini.

Photos & Text by Ario Zainuddin

LLOR4331

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s