When Ambition Becomes The Fuel-McLaren Story Part.2

Posted: Agustus 4, 2013 by Ario Zainuddin in Feature
Tag:, ,

Bruce-and-TeddyOk, kita kembali ke era 60an. Bruce, sebagaimana kebanyakan pembalap di era itu, mengikuti banyak seri balapan. Sports Car, Grand Touring hingga balap mobil biasa di luar kewajibannya sebagai pembalap utama tim Cooper di F1GP. Jaguar, Aston Martin dan Ford masuk ke daftar tim balap yang ia jalani selain Cooper. Di tim Ford ia bahkan sempat mendapatkan gelar juara pertama di ajang Le Mans 24 Hours tahun 1966.
Ia merupakan seorang competitor sejati yang bersinar di bidang inovasi dan mengembangkan mobil balap. Passion-nya di dunia balap yang membuatnya memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri. Awalnya perusahaan ini memang bertujuan untuk mengembangkan mobil balap Cooper bermesin Oldsmobile di belakang kokpit yang turut membantu perkembangan era sports car ‘big banger’. Dan lihatlah di mana mereka kini.

McLaren M1A

McLaren M1A

Di tahun 1964, Bruce dan tim kecilnya membangun sebuah mobil balap murni McLaren berkode M1A, yang kemudian menjadi salah satu pesaing kelas berat di sirkuit balap Amerika dan Eropa. Setelah memiliki reputasi baik akhirnya McLaren mendapatkan pesanan dari tim balap yang ingin menggunakan M1A, 24 unit pun segera dibuat. Penerus M1A, M1B terbukti lebih cepat dan kuat sehingga mampu membawa tim McLaren mendapatkan gelar juara perdana (juara 3) di ajang Can-Am (Canadian-American Challenge Cup). Pada saat itu, Can-Am menampilkan mobil yang lebih kencang dan ‘berwarna’ ketimbang F1.
autowp.ru_mclaren_m16c_1Tahun 1967 menjadi tahun yang penting bagi Bruce dan tim McLaren sebagai pembalap dan konstruktor. Dengan livery papaya-orange, mobil Bruce dan Denny Hulme berhasil menjuarai lima dari enam seri Can-Am dengan Bruce meraih titel juara umum pertama untuk tim McLaren. Lima musim Can-Am berikutnya dikenal dengan nama ‘Bruce and Denny show’ dan Hulme berhasil menjadi juara umum Can-Am musim 1968 dan 1970, sementara Bruce meraih titel kampiun keduanya di tahun 1969. Peter Revson menyumbangkan gelar juara untuk McLaren di tahun 1971.
autowp.ru_mclaren_m8f_8Di rentang antara tahun 1967 dan 1971, tim Mclaren berhasil meraih gelar juara sebanyak 37 dari 43 seri, 19 di antaranya merupakan kemenangan one-two finish. Dominasi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para fans, ditambah ketertarikan konsumen (tim balap) untuk memesan mobil racikan McLaren. Selama ajang Can-Am bergulir, McLaren menjadi salah satu konstruktor dominan dengan 43 gelar, hampir tiga kali lebih banyak dari competitor terdekatnya, Porsche..

To Be Continued..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s