The Immortal-Porsche 911 Story Part.1

Posted: Juli 21, 2013 by Ario Zainuddin in Feature
Tag:, ,

318839_293530690756908_465020994_nThe Challenge, The Obstacles .. And The Show Goes On
Jika ada yang bertanya pada Anda, pabrikan otomotif mana paling mempertahankan pakem desain namun tetap terus berkembang dan menciptakan teknologi terbaru untuk kendaraan jalan raya serta lintasan balap ? Jawabannya hanya ada satu, Porsche.
Model 911 merupakan model yang menjadi flagship sekaligus wajah tradisi Porsche secara keseluruhan. 911 memulai hidupnya pada ajang Frankfurt Motor Show 1963 dengan nama model 901. Kendati masih dalam tahap purwarupa, model pengganti seri 356 ini sudah mengundang banyak perhatian dari publik Eropa.
Bentuk desain 901 racikan Butzi Porsche masih sangat mirip dengan model 356, namun dengan garis yang lebih halus dan dinamis. Selain itu ia juga mendapatkan mesin flat-6 (Boxer) dengan twin overhead cam, bukan lagi boxer flat 4 berbasis Volkswagen.
porsche_901_coupe_prototype_2
Mobil sport paling anyar ini tak hanya mengundang perhatian, tapi juga mengundang banyak masalah. Kesulitan pertama datang dari pabrikan Perancis, Peugeot. Singa Perancis ini melakukan tuntutan hukum kepada Porsche, pasalnya mereka meng-klaim brand mobil yang terdiri dari tiga angka dengan nol (0) di tengahnya merupakan paten eksklusif dan tidak bisa digunakan brand lain di Perancis.
Untuk menghindari konflik panjang. Memakan banyak waktu dan biaya –yang tidak dimiliki Porsche saat itu – akhirnya mereka mengalah, mengganti designasi 901 dan lahirlah 911. Problem kedua justru datang dari rekan coach builder (karoseri), Reuter yang juga mengerjakan karoseri 356. Reuter menolak untuk mengganti jig dan peralatan untuk membuat bodi 911, kendati begitu ia mau menjual perusahaannya.
Untuk memastikan kelangsungan model 911, Porsche terpaksa membeli Reuter walau harus merogoh kocek lebih dalam, hampir masuk zona kebangkrutan, pertama kalinya kondisi finansial Porsche terancam setelah kesuksesan 356 di pasar dunia.

Porsche model 901

Porsche model 901


Mulai tahun 1963 – 1964, Porsche melakukan serangkaian uji coba pada 911 untuk membuatnya siap masuk ke dalam pasar sports coupé. Modifikasi ternyata sangat diperlukan pada sektor suspensi belakang, tak heran seluruh bobot mobil saat itu masih terpusat di buritan.
Perubahan pada sistem suspensi dan beberapa perbaikan ini membuat banderol harga 911 meningkat signifikan. Hasilnya Porsche mendapatkan kesulitan bersaing di pasar Amerika. Dengan banderol US$ 6.000 saat itu, 911 kesulitan bersaing dengan sportscar Amerika seperti Corvette yang memiliki harga tidak jauh dari angka 6.000 Dollar.
911 saat itu bisa mencapai kecepatan maksimum 210 km/jam, membuat para jurnalis otomotif sedikit khawatir soal performa handlingnya. Kendati begitu, konsumen tetap menerima 911 dengan tangan terbuka dan angka permintaan positif menguat.
Pada pertengahan era 1960an, Porsche sangat berkembang dan mereka memutuskan untuk mulai memproduksi model 911 yang memiliki banderol harga lebih terjangkau, lahirlah model 912 yang langsung mendapatkan sambutan positif dari para konsumen. Di tahun 1966, dari 13.000 unit 911 yang terjual, 9.000 unit merupakan 912.
Porsche 912 Coupe

Porsche 912 Coupe


Melonjaknya permintaan membuat Porsche kewalahan, lini produksi menyatakan tidak mampu memenuhi kuotanya. Satu-satunya solusi adalah mengontrak perusahaan karoseri di luar pabrik untuk menambah jumlah produksi dan Karmann menjadi mitra yang dipilih karena sudah pernah bekerjasama memproduksi model 356. Karmann memang tidak murah, namun hanya mereka yang bisa memberikan hasil berkualitas tinggi, sesuai standar Porsche.
Porsche kembali mendapatkan tantangan dari konsumen setianya, 911 versi convertible. Ya memang, convertible sudah menjadi trade mark tersendiri bagi Porsche. Model di era 1950an hingga awal 60an, Porsche selalu menampilkan model 356 convertible hingga 550 Spyder, hanya 911 yang belum memiliki versi atap terbuka.
Porsche 911 2.0 Targa Top

Porsche 911 2.0 Targa Top


Di tahun 1967, Butzi Porsche akhirnya menerima tantangan ini dan membuat desain 911 atap terbuka. Kendalanya adalah dengan kapasitas mesin besar dan handling ‘tail happy’ membuat konsumen Amerika sedikit khawatir dengan keselamatannya. Tak habis akal, Butzi kemudian menerapkan atap model Targa, atap terbuka dengan roll-bar, lahirlah Porsche 911 Targa…

To be Continued..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s