Midlife Crisis

Posted: Juli 21, 2013 by Ario Zainuddin in Feature
Tag:,

ferrari_f50_29F50 .. The Road Legal F1 Car
Mid-life Crisis, penyakit yang biasanya timbul setelah Anda memasuki usia setengah abad. Penyakit ini juga akan membuat Anda melakukan hal bodoh yang biasanya tidak dilakukan oleh orang normal pada umumnya. Tak hanya pada manusia, pabrikan mobil pun ternyata mengalami hal ini, terbukti pada Ferrari.
Untuk merayakan hari jadinya yang ke 50 di tahun 1996, pabrikan berlogo kuda jingkrak ini memutuskan untuk membuat mobil balap F1 yang bisa dikendarai oleh orang biasa di jalan umum sekaligus penerus sang legenda, F40. Dan lahirlah F50.
Sebagai tribute kepada Enzo Ferrari, F50 dibuat sedekat mungkin ke mobil balap, bukan ke mobil versi jalan raya. Ya, Enzo memang tidak pernah peduli dengan mobil sport untuk jalan raya, ia menciptakan Ferrari versi jalan raya hanya untuk membiayai operasi balap, ambisi pribadinya sejak membangun Scuderia.
ferrari_f50_preserial_2
Pengalaman balap Enzo membuatnya tidak bisa lepas dari dunia motorsport. Ia pertama kali merasakan balapan pada tahun 1920an setelah dipercaya menjadi pembalap Alfa Romeo, sampai akhirnya berhasil medirikan tim balapnya sendiri, Scuderia Ferrari dimana ia membuktikan bakat menjadi seorang organizer aktifitas balapan, tak hanya pintar di belakang kemudi.
Kehandalan Enzo sebagai pembalap dan juga race organizer membuat Scuderia Ferrari dipercaya oleh Alfa Romeo untuk menjalankan aktifitas balapannya hingga awal 1930an. Setelah itu, Alfa kembali mengurusi sendiri tim balapnya untuk lebih fokus mengalahkan Auto Union dan Mercedes-Benz.
Setelah Scuderia harus ditutup, Enzo kemudian mendirikan Auto-Avio Construzioni untuk mengambil proyek teknis. Untuk perusahaan yang baru ini ia kemudian mendirikan pabrik di Maranello, namun sayang, perang dunia II pecah dan pabrik barunya di bom oleh sekutu.
Setelah perang selesai, Enzo tentunya ingin kembali ke dunia otomotif dan motorsport yang ia cintai. Dan saat itu pula ia mendirikan brand Ferrari yang terkenal dengan mobil sport dan mobil balapnya hingga sekarang.
Sejarah awal Ferrari sebagai brand memang dipenuhi oleh prestasi juara di arena balap. Sayangnya untuk ikut balap diperlukan biaya besar dan susah mendapat profit bahkan dari hadiah paling besar sekalipun. Sementara Enzo tetap hidup di dunianya sendiri, memenangkan balapan dan bukan konsumen dengan jumlah mobil produksinya yang bisa dihitung dengan jari. Kondisi ini membuat Ferrari di ambang kebangkrutan.
955470.jpg
Fiat memutuskan untuk campur tangan di tahun 1969 dengan mengambil alih mayoritas Ferrari dan membawa sang prancing horse ke era baru, produksi mobil konsumen lebih banyak ketimbang mobil balap untuk menghasilkan dana segar dan mencegah brand ini untuk tidak semakin terpuruk.
Saat itu, Enzo Ferrari menjadi tokoh pahlawan bernasib tragis di kisah perjalanan perusahaan yang didirikannya, hampir menuju keterpurukan namun tetap keras kepala mempertahankan tim serta ambisi balapnya. Gairah balap Enzo tetap terlihat membara hingga akhir hayatnya, membuat brand Ferrari sebagai simbol kesempurnaan dalam kompetisi motorsport bahkan setelah Fiat mengambil alih perusahaan itu.
955360.jpg
Kendati Enzo tidak pernah menganggap serius mobil versi jalan raya, Kami rasa ia akan mengapresiasi hubungan antara model F50 dengan teknologi motorsport Ferrari. Di dunia ini, selain McLaren F1, mungkin hanya Ferrari F50 yang bisa dibilang paling mendekati mobil balap F1 untuk sebuah mobil produksi jalan raya.
F50 dibuat untuk merayakan hari jadi Ferrari ke 50 tahun, dan mengikuti resep yang sama dengan model special sebelumnya, Ferrari F40. Kedua mobil ini dirancang secara khusus sebagai duta superioritas Ferrari di kompetisi motorsport. F40 contohnya, dibekali dengan mesin V8 twin-turbo, sementara F50 dijejali mesin V12.
Bukan mesin V12 biasa, Untuk menguatkan hubungan antara dunia F1GP dan F50, model khusus ini menggunakan mesin yang diambil dari mobil F641 yang berlaga di FIA F1GP musim 1990. Sebuah unit mesin dengan spesifikasi bore 85mm dan stroke 69mm, 5-valve cylinder heads, dan dry sump lubrication juga diaplikasikan. Mesin ini juga memiliki rasio kompresi 11,3:1.
ferrari_f50_23
Sama seperti mobil F1, pada F50 mesin ini juga dipasang di belakang kokpit secara longitudinal, ditemani oleh sistem transmisi 6 speed manual, ia mampu memproduksi tenaga sebesar 520 dk di 8.500 rpm dan torsi 471 Nm di 6.500 rpm. Tenaga dan torsi buas ini juga membolehkan F50 melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3.6 detik serta top speed lebih dari 322 km/jam.
Tak hanya mesin, sasis berdesain tub dan panel bodi serat karbon juga datang dari dunia balap. Banyaknya serat karbon yang digunakan membuat F50 memiliki bobot di bawah angka 1.360 kg, di samping mesin bertenaga beringas serta rigiditas sempurna yang dimilikinya. Sebenarnya Ferrari berniat untuk menawarkan F50 dalam dua versi, atap tertutup (Berlinetta) dan terbuka (Barchetta), namun akhirnya hanya satu versi yang ditawarkan, atap tertutup yang bisa dibuka.
ferrari_f50_26
Ok, so F50 memiliki mesin dan sasis dari dunia balap, bagaimana dengan sistem suspensi dan remnya? Sistem suspensi dan pengereman F50 sama luar biasanya dengan mesin dan konstruksi bodinya. Double wishbone terlihat di keempat sudutnya, lengkap dengan per juga damper terpasang rapi di balik fender dan digerakkan via pushrod untuk mengurangi beban pegas. Sistem damper yang diaplikasikan merupakan unit elektronik, sehingga pengemudi bisa mengatur tingkat kekerasan suspensi sesuai dengan karakteristik berkendaranya.
Sama seperti mobil balap F1, sistem suspensi F50 tidak menggunakan karet, memastikan kesempurnaan handling dengan mengorbankan kenyamanan berkendara. Ban lebar membungkus pelek Speedline center-lock yang terbuat dari magnesium alloy, memastikan F50 mendapatkan grip saat dipacu dalam kecepatan tinggi
Untuk menghentikan lajunya, F50 dilengkapi dengan sistem pengereman cakram berventilasi dibantu caliper 4 piston yang terbuat dari alumunium. Tidak ada bantuan elektronik, komunikasi pengereman dari pengemudi ke sistem rem hanya berbentuk mekanis, no ABS, EBD bullshit ! hanya input langsung dan akurat dari pengemudi yang bisa menghentikan laju F50.
Yup, sudah jelas, F50 sama sekali tidak peduli dengan kenyamanan pengemudi, apalagi penumpang. Kemewahan? Buang pikiran itu jauh-jauh, satu-satunya yang bisa dibilang sebagai barang mewah dalam kabin F50 hanya pedal dan jok semi bucket yang bisa diatur posisinya untuk posisi mengemudi optimal, That’s it! Ferrari mengatakan kabin F50 sengaja dibuat seperti itu untuk mengeksplorasi kemampuan mobil secara penuh, bukan menjamu pemiliknya.
Dari sudut pandang pemilik, body style racikan Pininfarina terlihat eksotis dan menarik. Bukan lekukan atau tarikan garis desainnya yang membuat F50 memiliki impresi di atas, namun ia menampilkan ‘bungkus’ ketat yang rapi menutupi teknologi mesin canggih dengan bentuk memiliki tujuan melawan hambatan angin. Jika diperhatikan secara seksama, tidak ada garis lurus di desain ekterior F50.
955330.jpg
Ferrari F50 diproduksi mulai tahun 1995 hingga 1997, dengan total hanya 349 unit contoh. Ia juga hanya tersedia dalam 5 warna (2 darinya merah), Rosso Corsa (merah terang), Rosso Barchetta (merah gelap), Giallo Fly (kuning), Nero (hitam) atau Argento (silver).
Dengan teknologi yang ‘dipinjam’ dari dunia balap, tampilan agresif namun memiliki tujuan, serta koneksi langsung antara mesin dan penggunanya, F50 bisa dibilang sebagai mobil paling canggih dan kencang di jamannya. Kami rasa Enzo Ferrari pun tidak keberatan memiliki satu unit F50 di garasinya. Untunglah Ferrari juga mengalami midlife crisis dan menghasilkan produk insane seperti F50..

Special Edition F50 	Kendati memiliki kaitan erat dengan tradisi motorsport Ferrari, F50 tidak pernah sekalipun diturunkan dalam arena adu cepat oleh pabrikan. Model Ferrari F50 GT pernah direncanakan untuk diproduksi dengan maksud membuat mobil yang bisa berkompetisi di arena adu ketahanan (endurance) GT1 dengan basis F50.  Namun pada saat seri BPR Global GT berubah wujud menjadi FIA GT Championship di tahun 1997, Ferrari memutuskan untuk membatalkan proyek GT dan fokus di proyek lain. Walau begitu ada 3 unit F50 GT yang sempat diproduksi, 1 unit prototype dan 2 unit untuk konsumen khusus.

Special Edition F50
Kendati memiliki kaitan erat dengan tradisi motorsport Ferrari, F50 tidak pernah sekalipun diturunkan dalam arena adu cepat oleh pabrikan. Model Ferrari F50 GT pernah direncanakan untuk diproduksi dengan maksud membuat mobil yang bisa berkompetisi di arena adu ketahanan (endurance) GT1 dengan basis F50.
Namun pada saat seri BPR Global GT berubah wujud menjadi FIA GT Championship di tahun 1997, Ferrari memutuskan untuk membatalkan proyek GT dan fokus di proyek lain. Walau begitu ada 3 unit F50 GT yang sempat diproduksi, 1 unit prototype dan 2 unit untuk konsumen khusus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s