WE BELONG IN THE WILD

Posted: Juli 20, 2013 by Ario Zainuddin in Feature
Tag:, ,

_MG_0028 copyPernahkah anda melihat singa yang lama tinggal di kebun binatang? Bisa dipastikan keagresifitasannya berkurang drastis. Begitu juga kita ini, jika terlalu lama berkutat di safety zone. Terlalu nyaman di daerah aman ini membuat kita kurang peka dengan peluang yang terbuka untuk memperbaiki kualitas hidup.
Sesekali kita harus menjelajahi sisi liar dari diri kita untuk menjaga agresifitas tetap tajam, tambah lagi bisa menikmati alam lepas yang menyegarkan mata setelah setiap hari menatap layar komputer atau TV. Sebenarnya banyak cara untuk menyegarkan diri di alam bebas. Beberapa dari anda mungkin senang bersepeda atau hiking. Bagi sebagian lagi riding di atas motor besar ditemani raungan mesin dan angin segar yang menerpa wajah untuk meredakan stress.
_MG_0002
Untuk para bikers ini, banyak pilihan motor yang bisa digunakan, tergantung selera dan kepribadian mereka. Bagi yang senang mesin smooth dan minim getaran memilih motor keluaran pabrikan Jepang, sementara yang senang performa brutal dan suara mesin keras memilih brand keluaran Milwaukee, Amerika Serikat. Mungkin anda juga sudah tahu, kedua motor besar ini memiliki desain, fitur serta karakter handling yang jauh berbeda.
Untuk sebagian orang yang ingin riding unuk pertama kalinya, hal ini kerap menjadi dilemma. Mereka senang dengan desain Amerika namun mendambakan handling dan kehalusan mesin Jepang. Untungnya mereka sekarang tidak lagi harus bingung, pasalnya Victory Motorcycle, pabrikan motor besar asal Iowa, menghadirkan desain khas Amerika yang digabungkan dengan handling dan mesin smooth khas Jepang. So, anda bisa menikmati smooth ride and still looks badass.
Untuk Big Bikes kali ini, kami menampilkan model tourer dari Victory, Cross Country berwarna sunset red dan kombinasi silver pada tangki dan saddle bag-nya. Dari pandangan pertama saya sebenarnya sudah penasaran dengan performanya dan akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba Victory. Menyalakan mesin sudah menjadi sensasi tersendiri. Suara sangar khas V-Twin terdengar namun terasa halus dan minim getaran , membuat beberapa kepala berpaling untuk melihat asal suara merdu itu.
Ok, mesin sudah on, lampu besar sudah otomatis juga menyala setelah kunci kontak di posisi acc. Gloves, helmet, boots check.. Its time to ride ! duduk di atas sadelnya, rasa tourer Amerika sudah terasa. Raihan tangan ke handle bar juga terasa pas. Kaki juga bisa menapak dengan sempurna, tak heran dengan ground clearance 148mm dan tinggi sadel 667mm yang dimilikinya. Siap untuk bergerak, menarik tuas kopling terasa sedikit berat. Sebenarnya bukan masalah besar namun saya berpikir ini akan menyulitkan jika harus bertemu dengan kemacetan. Anyways, masuk gigi satu dan on we go.. tenaga dan torsi mesin Freedom V-Twin berkapasitas 1.731 cc sudah terasa saat tuas gas diputar. Perpindahan gigi transmisinya juga lembut, tidak menyentak, sayangnya di dalam kota saya belum bisa menguras semua potensi performanya.
Jakarta yang saat itu cuacanya super panas dan super macet membuat saya memutuskan untuk mengajak “Vicky” (Victory Cross Country) untuk jalan-jalan ke pinggir kota metropolitan, selain untuk mencari jalan yang lebih lancar, tangan kiri saya sudah mulai bosan menarik tuas kopling karena terjebak macet. Dan akhirnya kami menemukan jalan terbuka , saya pun mulai membuka gas dan mesin berada di happy place-nya hingga mengeluarkan torsi yang diklaim sebesar 148 Nm di 3.000 Rpm dan tenaga 97 dk mulai dari 5.250 Rpm.
_MG_0100
Untuk motor yang memiliki bobot 347 Kg, Cross Country memiliki handling yang sangat baik dan sangat responsive. Manuver menggunakan pinggang juga bisa dilakukan untuk menggoyangnya. Menghadapi jalanan berkelok menjadi mimpi buruk untuk para riders pemula, namun menggunakan Cross Country, si gambot ini mau saja diajak miring untuk menaklukkan jalan berkelok dengan kecepatan sedang di gigi 2 atau 3, 3.000 Rpm. Hard bag, engine guard, pipa knalpot juga foot step sama sekali tidak menyentuh aspal. Perfect, kata saya dalam hati. Akhirnya bertemu lagi dengan track lurus, niat untuk mencapai top speed hampir saja tercapai saat tiba-tiba ada anak kecil yang menyeberang jalan, reflek, saya langsung menginjak rem belakang dan menarik tuas rem depan. Untungnya si kuda besi yang saya tunggangi dilengkapi dengan ABS, sehingga kecelakaan bisa dihindari.
_MG_9966
Hari mulai menjelang sore, matahari juga mulai menyingkir ke arah barat, saya pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati matahari yang mulai terbenam itu. Sesekali saya menikmati desain Cross Country. Rasa Amerika memang kental terasa pada motor lansiran Spirit Lake, Iowa ini. Pemilihan warna serta pengerjaan pengecatan yang sangat rapi, lapisan chrome-nya juga luar biasa, anda bisa berkaca darinya. Cross Counry juga mengaplikasikan bahasa desain klasik muscle bike pada garis desain, karenanya ia memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kebanyakan motor Amerika lainnya. Bentuknya yang masih standar sempat menggoda saya untuk menggambar sedikit modifikasi untuk lebih membuat motor ini lebih pribadi dan mewakili para riders-nya.
_MG_0108 (2)
Hari semakin gelap, saya memutuskan untuk kembali pulang, walau hari sudah mulai gelap, mengendarai “Vicky” masih terasa fun. Angin segar terasa menerpa wajah, raungan mesin makin merdu terdengar. Untuk beberapa saat saya merasakan bagaimana rasanya kebebasan murni, tidak ada gangguan dari siapa dan apapun, benar-benar hari yang menyegarkan. Saya dan motor besar ini memiliki satu kesamaan, kami berdua lebih cocok ada di alam bebas, bukan di dalam ruangan atau garasi. Di alam bebas kami bisa mengeluarkan potensi kami sepenuhnya, tanpa basa-basi.
Inilah waktunya untuk kembali menjadi bebas, inilah waktunya untuk kembali ke alam liar, apakah anda sudah siap? Grab your riding gear and come with us to freedom…

All Photos by Rusli Isfan

Under The Frame

Mesin : Freedom 4 stroke 50 degree V-Twin, Air cooled SOHC, 1,731 cc
Tenaga : 92 dk / 5.250 rpm
Torsi : 148 Nm / 3.000 rpm
Transmisi : 6 speed overdrive constant mesh
Dimensi : Panjang: 2.747mm Rake/Trail : 142 mm Seat height : 667 mm
Wheelbase : 1.670 mm
Suspensi depan : Kayaba 43mm fork
Suspensi belakang : Kayaba shock with air-adjustable preload

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s