Crazy Horse

Posted: Januari 23, 2014 by Ario Zainuddin in Feature, Special Report
Tag:, , ,

Ferrari 458 Speciale Test Drive MaranelloYa, kami menjadi orang dan media dari Indonesia yang pertama ke Istal Ferrari di Maranello, Italia untuk benar-benar membuktikan ‘Kuda’ yang satu ini memang benar-benar gila !!
Speciale, kata ini memang berarti khusus atau istimewa. Pemilik Ferrari jangan langsung memasang muka masam, karena menurut kami, semua Ferrari itu ‘speciale’. Ya, California juga termasuk kok. Faktanya, hampir semua manusia di dunia ini, tidak perduli fans berat dunia otomotif atau bukan, mereka pasti mengenal Ferrari.
Anehnya, meluangkan 2 hari di desa bernama Maranello, dan Anda akan menemukan fakta mencengangkan. Kebanyakan para penduduk asli desa ini sama sekali tidak tertarik, bahkan tak sedikitpun melirik saat sebuah mobil Ferrari melintas di jalan raya. Mungkin mereka pun tidak akan bergeming saat melihat sebuah La Ferrari. Yah memang tidak semuanya sih, masih ada beberapa orang yang tertarik dan bahkan ingin berfoto dengan kami saat mengendarai 458 Speciale, bisa jadi mereka ini juga turis seperti kami ini.

Maranello Palace

Maranello Palace

Sebelum bercerita tentang petualangan menyusuri jalan kota Maranello dan sekitarnya sebaiknya kita rewind sedikit. Pada awal bulan lalu, Ferrari mengundang kami untuk menghadiri event test drive 458 Speciale. Kami terus terang sangat senang dan sejujurnya mengira test drive akan dilakukan di Indonesia setelah mobil ini diluncurkan. Tapi ternyata test drive ini dilakukan di Maranello, Italia, markas besar Ferrari. Di saat ini, saya melompat dalam hati dan secara harfiah, pasalnya kesempatan ini sangat jarang terjadi. Well you all can guess what happened next, saya terbang ke Italia.
Setelah menempuh 12 + 2 jam, 20 jam juka ditambah 6 jam transit di Schipol, Amsterdam (sangat bersyukur ada jeda 6 jam, jadi tidak perlu terburu-buru mengejar connecting flight ke Bologna), akhirnya sampai juga di Aeroporto di Bologna-Guglielmo Marconi. Tidak terasa, apalagi dijemput menggunakan Lancia Voyager, dalam waktu kurang dari satu jam, saya pun tiba di depan lobby Maranello Palace, hotel terbaik di kota kecil ini sekaligus tempat tinggal saya selama 2 hari ke depan.
IMG_8031Hari pertama di Maranello diisi dengan 3 kegiatan, pertama kunjungan ke foundry, peleburan bahan baku serta pencetakkan blok mesin dan spare parts yang digunakan mesin V8 di belakang kokpit 458 Speciale. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area wind tunnel Ferrari, tempat dimana mereka menguji sistem aerodinamis semua kendaraan produksinya, ya, termasuk mobil F1 yang dibesut oleh Fernando Alonso dan Felipe Massa di musim 2013 ini.
sebuah pemandangan luar biasa, sayang kami tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di area penuh rahasia ini. Di wind tunnel, kami diberikan sedikit gambaran mengenai fungsi aerodinamis pada body kit serta lubang ventilasi yang terlihat di sekujur badan 458 Speciale.

Semua Parts yang ada di dalam mesin 458 Speciale datang dari Foundry Ferrari

Semua Parts yang ada di dalam mesin 458 Speciale datang dari Foundry Ferrari

Area ketiga yang kami kunjungi adalah Pista di Fiorano, test track Ferrari yang terletak tidak jauh dari fasilitas pabrik. You know, saat ini saya masih sedikit shock dan hampir tak percaya bisa menginjakkan kaki di track yang digunakan oleh parajuara dunia F1 mulai dari Lauda, Schumacher, Raikonnen hingga Alonso.
Mencubit pipi sendiri adalah hal pertama yang saya lakukan sebelum bertatap muka langsung dengan Ferrari 458 Speciale yang akan saya peras tenaganya di hari kedua. Untuk saat ini saya hanya bisa mengagumi keindahannya saat sedang tidur di garasi Fiorano dengan tenang, namun masih terlihat sangat agresif kendati ia duduk diam.
Dan terakhir, kunjungan terakhir adalah Ristorante Il Cavalino, restoran terkenal di Maranello, langganan dari ‘The Old Man’, Enzo Ferrari yang terletak persis di depan gerbang lama fasilitas pabrik Ferrari. Hey, good traditional Italian food, good wine serta keramahan juga tradisi unik makan malam khas Italia are the luxuries I can not afford to missed out.
_LM_4040Hari kedua, inilah saatnya berada di belakang kemudi 458 Speciale dan membuktikan semua yang dikatakan Ferrari pada sesi briefing kemarin. Hal yang tidak diinginkan terjadi, hujan turun dengan deras, dibarengi oleh musim dingin dengan temperatur sekitar 1-2 derajat Celsius membuat air hujan menjadi es dengan cepat.
Tapi ini sama sekali tidak menyurutkan kami untuk membesut 458 speciale, justru inilah kesempatan untuk mencoba si ‘Crazy Horse’ ke batas kemampuannya di atas lintasan basah. Setelah ‘negosiasi’ ringan dengan rekan asal Singapore, akhirnya saya berada di belakang kemudi 458 Speciale dalam tes pertama, street test. Tes jalan raya ini mengambil rute jalan dalam kota Maranello, kemudian berlanjut ke arah luar kota menuju Samone, daerah perbukitan di Bologna dan kembali ke Fiorano.

Ferrari 458 Speciale, Live from Maranello

Ferrari 458 Speciale, Live from Maranello

Bagi Anda yang sudah memiliki 458 Italia pasti tidak akan bingung lagi dengan ritual start up Speciale. Sedikit tips bagi Anda yang belum pernah duduk di belakng kemudi Ferrari, semua kendali ada di lingkar kemudi, mulai dari setting suspensi hingga tombol untuk lampu sign. Oke, karena hujan turun dengan deras, maka setting suspensi dan traksi saya set ke ‘Wet’ dan transmisi berada di ‘Auto’. Injak rem, putar kunci dan tekan tombol start dan mesin V8 4.5 Liter yang berada persis di belakang kursi pengemudi meraung galak langsung ke 3.000 rpm. Kaget? sudah pasti tapi sekaligus senang, dan senyum saya langsung mengambang. Masukkan transmisi ke gigi 1 dengan paddle shift dan 458 Speciale berwarna merah yang saya kemudikan mulai bergerak menjauhi Pista di Fiorano.

Country Road

Country Road

Jalan raya di Maranello ternyata sama dengan yang ada di Indonesia, jalan kecil 2 lajur untuk 2 arah, tapi minus lubang dan sepeda motor, agak sulit mengendalikan mobil yang memiliki lebar 1.951 mm di jalan sempit, untunglah saya sudah terbiasa dengan kondisi jalan seperti ini.
Suara mesin V8 458 Speciale memang merdu di telinga saya, tapi sepertinya penduduk lokal sudah bosan dan bahkan tampak terganggu, terlihat setiap kali saya menginjak pedal akselerasi setelah berhenti menunggu lampu lalu-lintas berubah hijau. Tapi saya tidak perduli, ini pertama kalinya saya berada di belakang kemudi 458 Speciale dan saya menikmati setiap detiknya.
Setelah sekitar 30 menit berputar di dalam kota, akhirnya kami mulai memasuki Autostrade, jalan bebas hambatan menuju Samone. Memang masih 2 lajur, tapi kondisi jalan sangat lengang dan saya bisa memacu kuda gila ini hingga kecepatan 200 km/jam. Sayang kondisi jalan yang basah menghambat saya untuk mengeksplorasi performa puncaknya, safety first.
Mendekati Samone, air hujan yang turun mulai berubah menjadi es. Kendati 458 Speciale dibekali dengan sistem ESC, E-Diff 3, dan SSC juga ban Michelin Pilot Sport Cup 2, pastinya tidak akan bisa melintasi jalan berlapis es.
E67B5780Alhasil, kami pun harus putar balik ke arah Fiorano, melalui jalan belakang. uniknya, jalan ini sangat mirip dengan yang ada di Indonesia. Memang sih satu arah, tapi jalan ini bergelombang dan banyak lubang. Sekali lagi, untunglah sebagai orang Indonesia sudah biasa melakukan manuver menghindari lubang jalan tanpa merusak body kit.
Setelah hampir 3 jam berputar di jalan raya, akhirnya kami berkumpul kembali di sirkuit Fiorano untuk mencoba performa maksimum 458 Speciale di habitat aslinya, di atas tarmac lintasan balap. Tapi sebelumnya, saya harus mencoba pasta dan cappuccino hangat yang telah disediakan oleh Ferrari di paddock Fiorano.

Doing Laps at Fiorano. How many people can say that?

Doing Laps at Fiorano. How many people can say that?

Oke, kembali ke test drive. Semua jurnalis yang hadir dalam acara ini diberikan jatah 3 lap, 1 lap dengan instruktur dan 2 lap sisanya flying solo. Instruktur kali ini bukan test driver senior Ferrari, Dario Benuzzi, melainkan test driver Scuderia Ferrari musim depan, Kamui Kobayashi!
Terus terang, Kamui-kun membuat semuanya terlihat mudah, tapi ternyata tidak sama sekali. Menjinakkan kuda gila yang satu ini sama sekali tidak mudah. Teorinya, 0-100 km/jam bisa ditempuh dalam 3.0 detik, namun di atas wet track, hal ini mustahil dicapai. 0-100 km/jam baru bisa dicapai dalam waktu 4-5 detik. Torsinya yang besar, walau dibantu dengan sistem F1-Trac, masih menyebabkan roda belakang melakukan spin. Rolling start akhirnya menjadi alternatif agar bisa mendapatkan speed ideal. So, jatah ditambah dari 3 lap menjadi 4.
_LM_4499Lap pertama berlangsung sangat cepat dan sedikit ekstrim. untunglah saya terikat dengan erat dengan seatbelt 4 titik di kursi sabelt serat karbon lengkap, berlapis Alcantara dan 3D fabric sehingga badan menempel di kursi.
Di lap selanjutnya, saya merasakan sendiri dahsyatnya torsi dan tenaga dari mesin V8, dan sedikit bangga karena menjadi orang dan Auto Expert sebagai media dari Indonesia pertama yang mengemudikan Ferrari 458 Speciale, doing laps di Sirkuit Fiorano dalam kondisi hujan lebat. Not many people can say that!
Para skeptik yang mengatakan 458 Speciale hanya versi lebih berisik dari 458 Italia, bersiaplah untuk kecewa, mobil ini bisa dibilang sebagai masterpiece. Speciale penuh dengan improvements yang tak terpikirkan oleh Anda para pemilik 458 Italia. Speciale berpindah gigi transmisi lebih cepat, belok lebih cepat dan bisa berhenti lebih pendek.
5LOR5143Ferrari juga telah meningkatkan sasis 458 dengan membenamkan teknologi canggih. Jelasnya, 458 Speciale menguatkan skill mengemudi, meningkatkan ego dan merangsang titik kesenangan Anda, semua dan masih menyisakan puncak performa yang akan membuat semua pengemudi rendah hati.
Yang istimewa dari Speciale adalah sistem SSC (Side Slip Control), algoritma yang dikembangkan bersama dengan LaFerrari untuk menentukan sudut selip mobil secara real-time, menentukan target sudut selip berdasarkan gaya mengemudi driver dan mengatur kelincahan dan stabilitas secara tepat.
Bekerja sama dengan E-Diff dan F1-Trac, komputer mengurangi tingkat differential lock roda belakang saat understeer untuk membuat kendali lebih responsif, sementara saat oversteer, SSC komputer mematikan E-Diff dan membuat sistem F1-Trac mengurangi tenaga mesin agar bagian belakang mobil tidak mencoba menyusul bagian depan. Sistem ini membuat saya terlihat seperti pembalap professional di atas trek basah Fiorano.
IMG_8198Sekali lagi, Ferrari 458 Speciale dibekali mesin V8 berkapasitas 4.5 Liter bertenaga 597 dk yang didapat pada 9.000 rpm dan torsi sebesar 540 Nm pada 6.000 rpm. Tidak berlebihan jika Ferrari meng-klaim 458 Speciale dibekali mesin V8, Naturally Aspirated paling bertenaga di dunia. peningkatan tenaga ini dihasilkan oleh rasio kompresi 14:1, terbesar yang pernah dicapai Ferrari hingga saat ini. Revisi ruang bakar, desain piston baru, setang piston lebih pendek, perubahan bentuk intake ports dan manifold serat karbon digadang menjadi biang peningkatan tenaga ini juga.
Menginjak pedal akselerasi dalam-dalam membuat sensor overload, lebih ramai dari pasar malam. 5 LED yang disematkan pada bagian atas lingkar kemudi menyala saat saya mendekati redline, suara raungan mesin seketika akan menenggelamkan semua suara di luar dan semua konsep tentang waktu menghilang.
Ferrari 458 Speciale 124Ferrari meningkatkan respon perpindahan transmisi menjadi sangat cepat, hingga agak sulit dipercaya. Tapi melihat tachometer dan mendengar suara putaran mesin turun serta merasakan ‘tendangan’ dari tranmisis 7 speed dual clutch berganti gigi, meninggalkan sedikit ruang untuk tidak percaya.
Obsesi Ferrari dengan aerodinamis aktif dan pasif juga tercermin pada Speciale. Pintu serat karbon dengan per biasa untuk mengurangi bobot di kedua sisi, airdam di bagian moncong bisa terbuka secara otomatis pada kecepatan di atas 170 km/jam, mengurangi kelebihan aliran udara ke radiator dan mengalirkannya ke grille serta lubang udara di sisi kanan dan kiri fender depan.
Ferrari 458 Speciale 108Di bagian belakang, tiga pipa exhaust yang terlihat di 458 Italia dilengserkan dan diganti dengan 2 pipa berukuran besar, terpisah dengan jarak cukup jauh dan ditempatkan di bagian yang lebih tinggi pada bumper belakang agar tidak mengganggu diffuser. Spoiler belakang juga terlihat mengalami perubahan ukuran, menjadi lebih besar, memberikan Speciale downforce lebih besar. Percayalah, ini bukan aksesoris, tapi benar-benar dibutuhkan, jadi jangan asal menggantinya dengan produk aftermarket. Ah ya, diffuser dan spoiler ini juga bekerja tandem dengan sistem drag reduction yang terdiri dari 3 buah flaps, digerakkan oleh motor listrik secara otomatis di bagian underbody, berfungsi untuk mengurangi hambatan udara di bagian bawah Speciale.
Setelah meluangkan waktu beberapa jam bersama 458 Speciale, terus terang saya menjadi lebih mengerti mengapa Ferrari membuat mobil ini, dan bagaimana seseorang bisa mengacuhkannya saat kami melaju di jalan raya tadi. Sepertinya mengacuhkan bahkan mencibir Ferrari yang lewat menjadi mekanisme pembenaran bagi para penduduk lokal Maranello yang setiap hari melihat Ferrari, tapi sama sekali belum pernah mengendarainya.
Tidak ada penjelasan lain . Karena mereka yang beruntung bisa menjadi Pilota sebuah Ferrari adalah mereka yang bisa mengerti betapa ‘Speciale’ mobil-mobil Ferrari, terutama ‘Crazy Horse’ yang satu ini.

Photos & Text by Ario Zainuddin

LLOR4331

Live Life To The Max

Posted: Agustus 5, 2013 by Ario Zainuddin in Feature
Tag:, , , ,

_MG_1346Jujur saja, kadang kita memimpikan untuk bisa menjalani kehidupan orang lain. Mulai gaya hidup hingga aktifitas mereka membuat kita sedikit penasaran. Untungnya Toyota Astra Motor mengundang kami untuk mencoba performa All New Vios yang baru saja diluncurkannya beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan biasanya, tema acara media drive kali ini adalah role playing, menjadi orang yang berbeda dan menjalani kehidupan sebagai eksekutif muda, meninggalkan kehidupan nyata selama tiga hari. Menarik? Sudah tentu.
Acara diawali dari daerah Epicentrum, Kuningan, Jakarta untuk berkumpul dan menikmati sarapan pagi di Otel Lobby, sama seperti para Eksekutif yang menikmati sarapan sehat sebelum bertemu rekan bisnis. Seiring Matahari yang semakin tinggi, kami pun mulai beranjak dari Kuningan dan memulai perjalanan ke tujuan pertama, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Vios_arizona (9)Perjalanan yang tidak terlalu jauh tapi tidak bisa juga dibilang dekat, apalagi dengan kondisi lalu-lintas padat biasanya akan membuat kenyamanan sedikit berkurang, terutama jika duduk di kursi belakang. Namun ternyata ruang kabin All New Vios bisa dibilang luas dan tidak membuat kaki penumpang belakang mati rasa, kendati memang guncangannya masih terasa sedikit keras.
Walau Kami masih merasa nyaman dan sedang penasaran dengan sistem entertainment berbasis Android yang menjadi fitur standard pada model Al New Vios G, akhirnya diputuskan untuk berhenti sejenak untuk menikmati secangkir kopi dan Scones di Starbucks Coffee, Cibubur Square. Setelah itu Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota Bogor untuk melakukan sedikit window shopping yang kemudian berujung menjadi real shopping karena tergoda dengan barang bagus berharga miring.
Vios_arizona (3)Oke, shopping bag penuh, begitupun perut dan sekarang menuju Grand Hill Hotel di Cisarua untuk berkumpul kembali dengan rombongan juga beristirahat. Perbaikan jalan di daerah Ciawi membuat Kami harus mengantri untuk bisa keluar dari jalan tol menuju kawasan puncak. Ah iya, membicarakan macet, baru ingat tadi di Starbucks Cibubur Square kami bertemu dengan seorang Psikolog cantik bernama Ajeng Raviando.
Kami membicarakan soal ‘hidup dijalan’ bersamanya. Ajeng menjelaskan fenomena ini sekarang sudah mulai menjadi hal lumrah. Bagaimana mengatasinya? Psikolog ini memberikan solusi untuk selalu berkomunikasi dengan teman atau siapapun yang membuat kita senang. Untunglah All New Vios telah dilengkapi dengan sistem komunikasi canggih.
Vios_arizona (5)Ternyata mesin VVT-i berkapasitas 1,5 liter bertenaga 109 dk pada 6000 rpm serta torsi 141 Nm pada 4.200 rpm dengan transmisi 5 A/T dan sistem rem ABS double vacuum valve juga cukup piawai menaklukan kekejaman tanjakan dan turunan serta jalan berkelok di kawasan puncak.
Akhirnya sore telah tiba dan Kami berhasil menjejakkan kaki di Grand Hill Hotel untuk beristirahat. Ah, ternyata Ajeng juga menginap di hotel yang sama dan pembicaraan pun berkembang membahas topik role playing.
Tahukah Anda ternyata role play, jika dilakukan dengan sehat bisa membuat lebih mengetahui kepribadian Anda sendiri dan orang lain? Ini adalah fakta menarik dan untuk para eksekutif muda, membaca kepribadian lawan bicara bisa menjadi faktor penentu deal yang akan dilakukan akan berhasil atau tidak. Sayang malam semakin larut dan kami harus mengucapkan selamat malam kepada Ajeng dan mengakhiri hari yang produktif ini.
Vios_arizona (10)Ada yang bilang, ‘Another day, another Dollars’ dan kami menyambut hari baru dengan udara pegunungan segar mengisi paru-paru, apalagi yang dibutuhkan tubuh di pagi yang segar ini? olahraga pagi tentunya. Kami memilih untuk mengikuti sesi senam Zumba yang sedang marak saat ini, selain ingin menggerakan badan, kami juga penasaran dengan wujud senam yang satu ini. Ternyata Zumba bukan hal mudah untuk dijalani, apalagi jika Anda memiliki ‘sepasang kaki kiri’ seperti Kami. Dibutuhkan keahlian dan kelincahan untuk mengukuti gerakan Zumba dengan sempurna.
Dan sekarang tubuh sudah segar, saatnya kembali beraktifitas di ibu kota. Lunch meeting dan makan malam bersama someone special menjadi agenda utama sang eksekutif muda hari ini. menggunakan mobil bertransmisi manual? Bukan masalah, apalahi menggunakan All New Vios yang responsif dan gesit juga kopling tidak membuat betis besar sebelah tentunya.
Pad28 di area SCBD menjadi tujuan utama untuk lunch, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama di Moovina, Plaza Indonesia sebelum akhirnya pulang ke Apartemen Citadines yang nyaman di daerah Kuningan.
Hampir tidak rela rasanya meninggalkan kehidupan lain ini, tapi Kita harus kembali ke dunia nyata, seandainya saja 3 hari kemarin bisa ditambah 4 hari lagi. Tak apa dalam 3 hari itu we live our life to the max, tidak ada keraguan dalam bertindak karena semua resiko telah diperhitingkan. Itulah ciri khas dari seorang eksekutif muda yang sukses.

toyota-tundra-spare-tireDari semua bagian penting di mobil kesayangan, bagian yang satu ini kerap kali diabaikan untuk dirawat. Padahal ban cadangan menjadi bagian paling penting saat Anda mengalami pecah ban atau kempis di tempat yang jauh dari bengkel atau tambal ban. Karenanya, kami ingin mengingatkan Anda untuk sesekali menengok kondisi ban cadangan di mobil kesayangan.

Jenis Ban Cadangan
Tak kenal maka tak sayang, memang tak terlalu banyak jenis ban cadangan yang melengkapi kendaraan sebagai pelengkap, tergantung dari jenis dan tahun pembuatannya. Mobil keluaran 90an biasanya dilengkapi dengan ban cadangan yang sama dengan ban standar OEM, begitu pula jenis Jip atau SUV serta MPV, jenis ban ini biasanya disebut replacement tire atau ban pengganti.

regular spare tires

regular spare tires


Temporary Spare Tire

Temporary Spare Tire

Sementara mobil keluaran baru biasanya dilengkapi dengan ban cadangan berukuran lebih kecil dari standard dan dilengkapi dengan velg kaleng, biasa disebut temporary tire atau mini spare tire. Beberapa merk bahkan tidak melengkapi kendaraan mereka dengan ban cadangan, namun melengkapi ban standar dengan Run Flat Tire (RFT) atau Tire Repair Kit.
Tires Repair Kit

Tires Repair Kit

Run Flat Tires

Run Flat Tires


Tak hanya ukuran diameter yang lebih kecil, temporary tire biasanya juga memiliki tapak yang lebih kecil, seperti Daihatsu Sirion M yang memiliki ban standar ukuran 195/50 R16 dilengkapi dengan mini spare tire ukuran 105/70D16, sementara RFT sudah terintegrasi dengan ban standar.

Makin Awet Jika Dirawat
Sama seperti bagian mobil lainnya, ban cadangan akan awet jika dirawat secara rutin. Artinya Anda tidak akan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu dan tidak kerepotan saat mengalami kempis ban dan ban cadangan rusak.tireInflating
Untuk ban pengganti, perawatannya sama dengan ban standar, cek tekanan angin setiap dua bulan dan ikut di balans saat perawatan berkala. Jangan lupa untuk mengecek kode produksi ban, pasalnya jika sudah terlalu lama, kualitas serta elastisitas ban akan berkurang, menjadi getas dan akan menambah masalah saat dibutuhkan.
Sementara untuk temporary tire sebaiknya diperiksa tekanan anginnya setiap dua bulan sekali, jika berkurang tambahkan tekanan angin paling banyak 20 Psi, pasalnya jika terlalu keras bisa merusak kembangan bannya saat tergesek benda lain di bagasi. Saat digunakan sebaiknya batasi kecepatan, maksimum 80 Km/jam dan jangan melakukan rem mendadak, berbahaya karena ada perbedaan tapak ban.
Run Flat Tires yang sudah terintegrasi dengan ban standar tidak memerlukan perawatan khusus. Saat ban standar kempis atau pecah, RFT bisa digunakan hingga jarak maksimum 150 km, setelah menempuh jarak maksimum itu, RFT sudah tidak bisa digunakan lagi dan harus diganti.

Soft Tire Cover

Soft Tire Cover

Perawatan juga bisa lebih maksimal dengan penggunaan tire cover yang bisa Anda dapatkan di toko-toko aksesoris. Ada 2 jenis tire cover, hard dan soft. Untuk jenis hard lebih efektif digunakan oleh mobil yang ‘menggendong’ ban cadangannya di pintu belakang, biasanya jenis SUV. Sementara jenis soft bisa digunakan oleh mobil yang dilengkapi ban cadangan di bagian bawah seperti Toyota Avanza/Xenia dan beberapa MPV lainnya.
Hard Tire Cover

Hard Tire Cover

Mobil yang dilengkapi temporary tire bisa saja menggunakan tire cover jenis soft namun harus dimodifikasi, pasalnya ban cadangan jenis ini biasanya dilengkapi sistem pengunci pada ‘rumahnya’ di bawah cover bagasi belakang.

Drive Smart, Drive Safe !

Bruce-and-TeddyOk, kita kembali ke era 60an. Bruce, sebagaimana kebanyakan pembalap di era itu, mengikuti banyak seri balapan. Sports Car, Grand Touring hingga balap mobil biasa di luar kewajibannya sebagai pembalap utama tim Cooper di F1GP. Jaguar, Aston Martin dan Ford masuk ke daftar tim balap yang ia jalani selain Cooper. Di tim Ford ia bahkan sempat mendapatkan gelar juara pertama di ajang Le Mans 24 Hours tahun 1966.
Ia merupakan seorang competitor sejati yang bersinar di bidang inovasi dan mengembangkan mobil balap. Passion-nya di dunia balap yang membuatnya memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri. Awalnya perusahaan ini memang bertujuan untuk mengembangkan mobil balap Cooper bermesin Oldsmobile di belakang kokpit yang turut membantu perkembangan era sports car ‘big banger’. Dan lihatlah di mana mereka kini.

McLaren M1A

McLaren M1A

Di tahun 1964, Bruce dan tim kecilnya membangun sebuah mobil balap murni McLaren berkode M1A, yang kemudian menjadi salah satu pesaing kelas berat di sirkuit balap Amerika dan Eropa. Setelah memiliki reputasi baik akhirnya McLaren mendapatkan pesanan dari tim balap yang ingin menggunakan M1A, 24 unit pun segera dibuat. Penerus M1A, M1B terbukti lebih cepat dan kuat sehingga mampu membawa tim McLaren mendapatkan gelar juara perdana (juara 3) di ajang Can-Am (Canadian-American Challenge Cup). Pada saat itu, Can-Am menampilkan mobil yang lebih kencang dan ‘berwarna’ ketimbang F1.
autowp.ru_mclaren_m16c_1Tahun 1967 menjadi tahun yang penting bagi Bruce dan tim McLaren sebagai pembalap dan konstruktor. Dengan livery papaya-orange, mobil Bruce dan Denny Hulme berhasil menjuarai lima dari enam seri Can-Am dengan Bruce meraih titel juara umum pertama untuk tim McLaren. Lima musim Can-Am berikutnya dikenal dengan nama ‘Bruce and Denny show’ dan Hulme berhasil menjadi juara umum Can-Am musim 1968 dan 1970, sementara Bruce meraih titel kampiun keduanya di tahun 1969. Peter Revson menyumbangkan gelar juara untuk McLaren di tahun 1971.
autowp.ru_mclaren_m8f_8Di rentang antara tahun 1967 dan 1971, tim Mclaren berhasil meraih gelar juara sebanyak 37 dari 43 seri, 19 di antaranya merupakan kemenangan one-two finish. Dominasi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para fans, ditambah ketertarikan konsumen (tim balap) untuk memesan mobil racikan McLaren. Selama ajang Can-Am bergulir, McLaren menjadi salah satu konstruktor dominan dengan 43 gelar, hampir tiga kali lebih banyak dari competitor terdekatnya, Porsche..

To Be Continued..

Bat-Rod !

Posted: Agustus 4, 2013 by Ario Zainuddin in News
Tag:, ,

Batmobile-Hot-Rod-1[4]Sudah lebih dari tujuh dekade, Batman a.k.a The Cape Crusader atau The Dark Knight, also my personal absolute hero, telah berhasil merebut perhatian para penikmat komik, couch potatoes serta movie go-ers tentang kisah heroiknya menegakkan keadilan, melawan para penjahat di kota Gotham. Yah memang tak semua grafis Batman digambarkan gelap dan kelam seperti film Dark Knight, kadang Batman juga tampil penuh warna dan sedikit komikal seperti film seri televisi-nya di tahun 1966, starring Adam West dan Burt Ward as Robin The Boy Wonder..
Batmobile-Hot-Rod-2[4]
The coolest thing about Batman-selain personality-nya- adalah gadget high tech dan kendaraan yang digunakannya. Kita mengenalnya dengan julukan Batmobile. Besutan andalan the cape crusader ini telah sering berubah wujud, tergantung siapa artist yang menggambar atau yang menjadi sutradara film-filmnya. And yes im a big fan of the original Batmobile (Lincoln Futura Concept) yang pertama kali muncul di seri TV tahun 1966 juga Batmobile yang muncul di film Batman besutan Tim Burton dengan Michael Keaton sebagai Batman, serta Bat-Ride yang terakhir, The Tumbler, which make Batman a real BadAss..!!
Batmobile-Hot-Rod-3[4]
Intinya, semua jenis kendaraan roda 4 (atau lebih) bisa saja menjadi Batmobile, bukakn berarti kita semua harus menyukainya. Yang sedang Anda lihat sekarang adalah edisi Hotrod dari Batmobile, dirancang oleh Mark La Frenais. Personally it looks very cool, dan saya sama sekali tidak keberatan jika ada seseorang yang membuat Bat-rod bermesin V8 ini tampil lebih hidup dengan bantuan computer animated (please anyone?)

bruce-mclaren-50-yearsOne man ambition can be the fuel of many others..
Mulai tahun 2011, McLaren Automotive mencanangkan peluncuran model terbaru dari lini sportcar yang berteknologi canggih dan performa tinggi. Supercar ini diyakini akan menjadi tolok ukur dalam hal driving dynamics, teknologi otomotif serta alih teknologi dari dunia F1 ke jalan raya. Tapi, kesuksesan sekarang dan di masa depan tak lepas dari sejarah panjang perusahaan ini di dunia motorsport.
134Semua ini berawal dari kelahiran Bruce McLaren tahun 1937 di New Zealand dan mendirikan Bruce McLaren Motor Racing di tahun 1963 yang bertujuan merancang, membangun dan mengembangkan mobil balap, selain sebagai komitmennya sebagai pembalap utama Cooper Grand Prix Team.
Bruce tiba di Inggris pada tahun 1958 bersama ‘Drive to Europe’ , sebuah program yang dirancang untuk mendukung pembalap amatir persemakmuran di luar Eropa untuk bertarung melawan pembalap profesional Eropa. Jack Brabham, mentor Bruce di program ini mengenalkan si pembalap muda asal New Zealand ini ke Cooper Cars, tim balap yang memiliki mobil balap ringan dan mesin yang terletak di belakang kokpit (masih jarang dijumpai saat itu). Dan karir balap Bruce McLaren dimulai bersama Cooper di kelas F2, kemudian naik kelas ke F1 di tahun 1959, tetap bersama Cooper untuk tujuh tahun berikutnya.
tumblr_m4w7617XSr1rxobalo1_1280Bruce McLaren ternyata langsung membuat kesan baik di dunia F1GP dengan menjadi juara pertama di ajang US Grand Prix 1959 dalam usia 22 tahun 80 hari, pembalap termuda yang pernah menang GP saat itu. Setelah itu ia berhasil menjuarai tiga Grand Prix dan banyak ajang balap sports car. Bruce ternyata juga bukan hanya seorang pembalap handal. Ia dibesarkan oleh keluarga pekerja otomotif. Ayahnya memiliki bengkel sehingga ia pun memiliki skill sebagai seorang mekanik. Pada usia 14 tahun ia mengikuti ajang hill climb menggunakan Austin 7 Ulster dan membuktikan bakatnya sebagai seorang pembalap dan mekanik handal.

To Be Continued..

porsche_959_prototype_1Medio era 1990an juga menjadi titik paling penting bagi Porsche. Model 911 Carrera 4 1994 dilengkapi dengan teknologi yang belum pernah dicoba selama 30 tahun sejak 911 diproduksi, sistem all wheel drive – part time. Penggerak roda depan akan aktif hanya pada saat dibutuhkan saja, sehingga 911 Carrera 4 1994 dan selanjutnya memiliki karakteristik berkendara seperti mobil berpenggerak roda belakang.
Mulai tahun 1994 hingga 1997 Kita melihat lahirnya model 993 yang menurut Kami sangat signifikan. Mengapa begitu? Model 993 merupakan terakhir kalinya Porsche menggunakan mesin berpendingin udara setelah berhasil dengan tipe ini sejak 1964. Pada model ini tak hanya desain luar dan interior saja yang dibenahi, pada sektor teknis, 993 menampilkan sistem suspensi multi-link, membuat handling lebih baik, tidak lagi tail-happy seperti para pendahulunya.
porsche_911_carrera_rs_club_sport_1Versi turbo dari 993 hadir pada tahun 1995, menjadi model produksi pertama dari Porsche yang dilengkapi twin turbocharger dan sistem all wheel drive sebagai fitur standar. Di tahun 1997, Porsche menawarkan model edisi terbatas dari 993 911 Turbo S dengan tenaga lebih besar 24 dk dari 400 dk yang dimiliki 993 biasa. Hanya 182 unit dari model ini yang diproduksi.
Mulai tahun 1998, model 911 bermesin pendingin udara secara resmi dipensiunkan dan harus rela digantikan oleh model bermesin dengan pendingin air (radiator). Dikenal dengan nama tipe 996, ia memang bukti perubahan besar yang dilakukan Porsche. Secara desain ia memang masih memiliki ciri keluarga 911, namun platform yang digunakan untuk 996 sama sekali baru.
autowp.ru_porsche_911_carrera_coupe_18Tipe 996 juga melahirkan banyak varian, termasuk Carrera 4 berpenggerak all-wheel dan Carrera S serta versi GT3 dan GT2. Semua varian dibekali dengan mesin berkapasitas 3.4 liter bertenaga 300 dk, sementara GT3 dan GT2 dibekali mesin berkapasitas 3.6 liter bertenaga 320 dk. Tipe 996 diproduksi hingga tahun 2004
Generasi millennium Porsche hadir dalam bentuk tipe 997 di tahun 2005. Seperti biasa, Porsche yang mengusung bahasa desain evolusi mempertahankan profil 996 pada 997 namun berhasil menurunkan tingkat coefficient drag ke angka 0.28. desain lampu depan juga berubah dari bug-eye ke desain tear drop.
Awalnya ada 2 versi 997 yang diluncurkan, Carrera dan Carrera S. versi Carrera dibekali mesin flat 6 berkapasitas 3.6 liter, sementara Carrera S dijejali flat 6 berkapasitas 3.8 liter. Setelah itu 997 juga tersedia dalam varian 997 Turbo, 997 GT3, 997 GT3 RS serta 997 GT2 dan GT2 RS sebagai varian paling sporty.
autowp.ru_porsche_911_gt3_rs_49Model terakhir dari evolusi Porsche 911 adalah tipe 991 yang lahir pada tahun 2012. Sama seperti 997, 991 juga muncul dengan 2 varian, Carrera bermesin flat 6 3.4 liter dan Carrera S bermesin flat 6 3.8 Liter. Yang berbeda adalah dimensi panjang yang bertambah 55 mm dan wheelbase bertambah sepanjang 99.6 mm dari 997.
Tampilan eksterior juga diperbaiki, bisa dilihat pada desain lampu depan lebih 3 dimensi dan bumper lebih menonjol, sementara di bagian belakang, desain lampu belakang tipis mengalir dengan bentuk bumpernya. Bagian berubah drastis adalah sektor interior dengan desain konsol tengahnya. Desain ini juga bisa dijumpai pada model Panamera.
autowp.ru_porsche_911_gt3_rsr_2991 juga seri 911 pertama yang menggunakan konstruksi alumunium, artinya kendati ia memiliki dimensi sedikit lebih besar ketimbang pendahulunya, ia masih sekitar 50 kg lebih ringan. Selain itu, 991 juga model produksi pertama Porsche yang dilengkapi dengan sistem transmisi 7 percepatan selain PDK dan teknologi canggih lain tentunya.
Bulan Januari 2013 kemarin, Porsche memperkenalkan 991 berpenggerak all-wheel-drive, Carrera 4 dan Carrera 4S. model ini bisa dikenali dari pengaplikasian roda dan desain buritan lebih lebar serta reflektor di antara lampu belakang.
Setelah 50 tahun bertahan dan tetap memiliki pendukung setia, Porsche 911 sepertinya tidak akan pernah berhenti untuk berinovasi dan akan terus hadir untuk 50 tahun selanjutnya. Porsche juga mengatakan 911 dibuat oleh mereka yang cinta mobil dan ditujukan untuk mereka yang cinta mengendarainya. Ya memang 911 sportscar kecil, mahal dan susah diatur namun ia tetap dinikmati oleh ribuan orang pemilik dan didambakan oleh Mereka yang ingin memilikinya. For this reason kami menyatakan Porsche 911 sebagai sosok Immortal.